BALI SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA YANG SIAP BERSAING DI ERA GLOBALISASI

MENURUT SAYA DALAM PENINGKATAN PARIWISATA , ADA BEBERAPA ELEMEN KEBUDAYAAN DAN DAN PERISTIWA KEBUDAYAAN TELAH BERPERAN ANTARA LAIN :

  1. SEBAGAI SARANA MEDIA PROMOSI KEPARIWISATAAN BAIK YANG LANGSUNG DI DALAM MAUPUN LUAR NEGERI
  2. SEBAGAI ATRAKSI YANG MENCAKUP PERTUNJUKAN KESENIAN,PAMERAN KESENIAN
  3. SEBAGAI OBYEK WISATA DENGAN ANEKA RAGAM CORAK KHAS SEBAGAI KEPURBAKALAAN,OBYEK KESEJAHTERAAN PURA,PURI DESA-DESA KUNO,MUSEUM

MELALUI ASPEK KEBUDAYAAN FISIK,ASPEK KEBUDAYAAN PRILAKU DAN KEBUDAYAAN IDEA,SIMBOL DAN MAKNA KEBUDAYAAN DAPAT TERKOMUNIKASI KEPADA PARIWISATA DAN DAPAT MEMBERI CITRA YANG MENDALAM SEBAGAI DAYA TARIK SALING MENUMBUHKAN PENGERTIAN AKAN KEHIDUPAN KEBUDAYAAN SUATU BANGSA. JUGA MELALUI INDUSTRI KERAJINAN SEBAGAI TANDA MATA,SEBAGAI MOTIF ATAU DESAIN KERAJINA DAN KREATIVITAS DI BIDANG KERAJINAN PADA MASYARAKAT BALI PADA DASARNYA BERSUMBER DAN MENDAPAT INSPIRASI DARI KEBUDAYAAN

KELIHATAN POTENSI BUDAYA BALI DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN KEBUTUHAN AKAN BERBAGAI KERAJINAN SENI MAKIN MENINGKAT DAN SUMBER BUDAYANYA SEBAGAI TAK PERNAH KERING

LANDASAN BUDAYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG SOSIAL RELIGIUS DI BALI TETAP MANTAP SEHINGGA KONTAK-KONTAK KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PADA SALING MENUNJANG DALAM PEMBINAANYA

DEMIKIAN JUGA TELAH MAMPU MENINGKATKAN KREATIVITAS SERTA MEMPERKAYA DIRI SEBAGAI HASIL DARI OPSI,ADAPTASI YANG KREATIF DAN SELEKTIF.KEADAAN INI TERUTAMA DITUNJANG OLEH PENGEMBANGAN PARIWISATA DIDUKUNG OLEH KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH DAN JUGA OLEH MASYARAKAT SERTA DISAMPING BERHASIL MENINGKATKAN KREATIVITAS PENDAPATAN MASYARAKAT,JUGA MENINGKATKAN KREATIVITASNYA DAN DORONGAN BERMUNCULAN INDUSTRI-INDUSTRI RAKYAT

DINAMIKA BUDAYA MAMPU MENGEMBANGKAN DIRINYA SEHINGGA MORDENITAS TRADISI MENYATU DALAM TIAP TAHAP MEMBERI STABILITAS YANG MANTAP DAN JUGA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PADA DIRI SENDIRI SERTA MEMBUATNYA GAIRAH.DENGAN DEMIKIAN KEBUDAYAAN AKAN TERUS BERKEMBANG SEBAGAI AKIBAT KEMAJUAN-KEMAJUAN MASYARAKAT ITU SENDIRI, MENUJU MASYARAKAT YANG MODERN, TANPA KEHILANGAN DIRINYA.

CULINARY

JIKA SAYA DI BERI KESEMPATAN UNTUK MEMBUAT USAHA , SAYA AKAN MELEBARKAN SAYAP SAYA KE BISNIS RESTORAN

KATA PEPATAH LAMA ” JANGAN PERNAH MEMBUKA USAHA KALAU TIDAK DAPAT TERSENYUM DAN MENYENANGKAN ORANG LAIN”

KENAPA SAYA MEMILIH BERBISNIS DI DUNA CULINARY , KARENA SAYA INGIN MEMBUAT ORANG – ORANG LAIN BAHAGIA DAN INGIN MEMBUAT SEMUA ORAANG MENCICIPI MAKANAN SAYA

MENYENANGKAN ORANG LAIN BUKANLAH PERKARA MUDAH MELAINKAN PERLU ADANYA PROSES PEMBELAJARAN KEARAH TERSEBUT.SIKAP MELAYANI PELANGGAN HARUS DIMILIKI OLEH SETIAP KARYAWAN PADA SETIAP PADA BAGIAN DARI RESTORAN

DAPAT KITA BAYANGKAN BAHWA KETIKA KITA DATANG KE SEBUAH RESTORAN , KITA MENERIMA PELAYANAN YANG SANGAT DINGIN , DIMNA KITA TIDAK MELIHAT ADANYA SENYUMAN DARI KARYAWAN, MEREKA ACUH DAN KETUS TERHADAP KITA

APA YANG KITA RASAKAN SAAT ITU? TIDAK BISA DIPUNGKIRI , SEKALIPUN MAKANAN YANG TADINYA ENAK , TETAPI KARENA SIKAP KITA YANG KITA DAPAT TIDAK RAMAH BISA DIPASTIKAN KITA TIDAK BERASA NYAMAN DAN INGIN SEGERA ANGKAT KAKI DAN SUATU SAAT TIDAK AKAN KEMBALI

KERENDAHAN HATI UNTUK MELAYANI DAN MENYENANGKAN HATI ORANG LAIN ADALAH HAL YANG MENDASAR YANG WAJIB DIMILIKI OLEH SETIAP ORANG YANG BERKECIMPUNG DALAM BISNIS RESTORAN

FAKTA MENUNJUKAN BAHWA MANUSIA LEBIH SUKA BICARA TENTANG KEBURUKAN YANG
PERNAH DIALAMINYA , HAL INI DIPERKUAT OLEH ADANYA STUFI YANG MENUNJUKAN BAHWA KETIKA SEORANG PELANGGAN MENERIMA PELAKUAN YANG BURUK, MEREKA AKAN MENCERITAKAN PENGALAMANNYA KEPADA SELURUH ORNG TERDEKAT. LAMBAT LAUN RESTAURANT AKAN DITINGGAL PENGUNJUNG DAN ANDA HANYA TINGGAL MENNUNGGU WAKTU UNTUK MENGGULUNG TIKAR

Dampak Revolusi 4.0 Terhadap Industri Pariwisata

Pariwisata merupakan industri yang menjajikan untuk Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata internasional. Pada Maret lalu, Indonesia diwakili oleh Bali masuk ke dalam sepuluh besar destinasi wisata terbaik dunia menurut TripAdvisor. Untuk terus mendukung keunggulan pariwisata nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak milenial terlibat dalam Tourism 4.0.

Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial

Pariwisata merupakan industri yang menjajikan untuk Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata internasional. Pada Maret lalu, Indonesia diwakili oleh Bali masuk ke dalam sepuluh besar destinasi wisata terbaik dunia menurut TripAdvisor. Untuk terus mendukung keunggulan pariwisata nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak milenial terlibat dalam Tourism 4.0.

Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial.

“Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari  50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0 sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global,” ujar Arief Yahya pada acara Millennials Gathering 2019 di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (30/03/2019).

Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI melanjutkan bahwa era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar. Hal ini didorong dengan terwujudnya ”cost value” atau dikenal dengan “more orless, experience value (personalized) dan plarform value  (resource sharing)yang dapat dinikmati para wisatawan.

“Terwujudnya seamless dan personalized experience didorong dengan adanya peran teknologi 4.0. Teknologi ini diantaranya big data analytics, artificial intelligence, internet of things, robotics, augmented reality, cloud computing, dan blockchain. Contoh paling konkret adalah robotic airport guide/helper yang membantu wisatawan mempercepat proses check-in dan boarding di bandara,” lajut Arief.

Tidak hanya itu, Menpar juga memanfaatkan teknologi augmented reality (AR). Teknologi ini memungkinkan munculnya pelayanan e-conciergemobile payment, atau asisten pribadi. Sementara itu, teknologi virtual reality memungkinkan penyedia jasa pariwisata mengurangi jumlah brosur

Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia. Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia.

Menpar juga menjelaskan, pada peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) yang akan diperingati pada 28 September nanti di selurugh dunia akan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Ia juga menyampaikan, revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

Dalam penerapan sebuah teknologi membutuhkan kehadiran unsur kunci lainnya seperti sumber daya manusia (SDM) atau humanware, hubungan kerja/kolaborasi atau orgaware dan berbagai informasi deskriptif maupun preskriptif yang membuat teknologi tersebut dapat bekerja atau infoware

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.

Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

Pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.

Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “

Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Humbang-Hasundutan merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata yang harus terus dikembangkan dan harus terus dipromosikan.

Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.

Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan. Dengan harapan mampu menyusun strategi kolaborasi dan SOP kreatif yang bertujuan untuk mendatangkan wisatawan ke humbahas.

Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri.

Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya.

Tentu ini akan sangat baik untuk mempromosikan humbang-hasundutan sendiri kedalam dunia digital.

Kita pun belajar dari daerah-daerah yang sudah menjadi destinasi di Indonesia, misalnya Bali, Jogja, Solo dan daerah lainnya merupakan bukan sesuatu yang sulit ketika kita akan mencari tempat wisata, akomodasi, kuliner di daerah tersebut. Google telah menyediakannya karena banyak blog dan website yang menceritakan tentang daerah tersebut.

Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata.

Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas.

Ini tentu hal sederhana namun sangat baik dalam hal promosi dibandingkan dengan membuat even yang memakan banyak dana dan hasilnya tidak maksimal.

Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.

Salah satunya mungkin pembuatan aplikasi yang bisa digunakan untuk mempermudah tentang pariwisata humbang hasundutan.

Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di humbang hasundutan kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisata Humbahas Hebat.

Travel Digital di Era Milenial

Setelah terlangsungnya event asian games 2018 , menteri kepariwisataan , Arief Yahya mengungkapkan Indonesia meraih prestasi dalam bidang pariwisata berbasis digital. Banyak wisatawan yang datang untuk berlibur dengan tetap terhubung dengan dunia digital terbilang besar.

      Mereka di dominasi anak muda atau generasi milenial yang menginginkan wisata yang yaman dan bisa membagikannya di media sosial.Kebanyakan generasi milenial lebih suka mengekspos kesenangannya di media sosial.

      Arief Yahya menjelaskan, teknologi informasi digital pada bidang pariwisata , akan terus membawa perubahan signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.Pihak pemerintah akan berusaha untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas pendukung sektor pariwisata ini.

      Dan menurut Arief Yahya , agar berhasil dalam penerapan sebuah teknologi membutuhkan kehadiran unsur kunci lainnya seperti sdm , sebagai informasi yang membuat teknologi tersebut bekerja dengan baik.

      Salah satu contohnya adalah kehadiran orang-orang di media sosial untuk membuat destinasi wisata digital yang ada di seluruh indonesia menjadi viral.Destinasi wisata ini tentunya disukai oleh generasi mileniel yang instagramabel.

       Untuk memenuhi kebutuhan tersebut akan pariwisata yang berbasi digital ini , kemenpar menghadirkan destinasi untuk The Flashpacker. Memiliki wisata yang indah , yang memadai seperti ubud. Selain itu generasi milenial yang memiliki budget liburan terbatas bisa mencoba The Glampacker yang tidak kalah indah.

Memasuki era digital, tren traveling atau liburan juga sedikit demi sedikit ikut bergeser. Para pelancong yang sebelumnya memesan tiket, hotel atau paket perjalanan melalui tour travel agent mulai berganti ke online travel agent yang lebih mudah dan praktis. Lewat OTA, para pelancong tak perlu lagi antri lama, membelah kemacetan dengan penuh emosi, menerjang hujan atau bergelut dengan panas matahari.

OTA membuat pelancong mendapatkan semua kemudahan hanya dalam satu genggaman. Lewat perangkat hp canggih, seseorang yang ingin liburan ke suatu destinasi bisa memesan sendiri hotel, tiket pesawat bahkan tiket atraksi. Bayar pun hanya dengan transfer yang juga bisa dilakukan lewat perangkat hp.

Sebagian pengelola travel agen yang sudah mulai sadar akan teknologi digital pun sudah mulai memikirkan untuk membuat website. Di mana website ini bisa jadi media bantu bagi para konsumen yang jauh untuk bisa memilih paket perjalanan yang mereka butuhkan. Namun untuk selanjutnya tetap dengan transaksi langsung dengan pihak travel agen. Sehingga meskipun ada peran era digital di dalamnya, namun tidak terlalu banyak.

“Minat masyarakat pada travel agen itu masih sangat tinggi. Kalau dirata-rata memang paling banyak dari government, kadang juga rombongan mereka tapi dana mereka sendiri. Jadi bukan dana dari government,” jelas Joko.

Dalam satu bulan, jika dirata-rata Ataya Tour bisa melayani sekitar 200 orang. Angka ini tentu saja angka rata-rata selama setahun, sebab memang tak selalu travel agen ramai peminat, apalagi di masa-masa low season. Namun angka ini cukup menjadi bukti bahwa peminat travel agen memang masih cukup tinggi. Belum semua orang beralih sepenuhnya ke OTA yang menggunakan sistem serba canggih.

Mayoritas pengguna Ataya Tour memang dari Jawa Tengah, bahkan mencapai 70%. Dari 70% ini mereka melakukan perjalanan domestik (dalam negeri) dan outbond tour (ke luar negeri). Destinasi luar negeri yangmasih menjadi favorit sampai sata ini adalah Thailand, dengan rate Rp5.000.000 untuk perjalanan tour 4 hari 3 malam. Sisanya 30% merupakan wisatawan dari luar Jawa Tengah yang datang ke Jaateng dan menggunakan jasa ataya Tour.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started